Read This !

Blog ini dibuat untuk mengingat kenangan atau kejadian yang terjadi dalam hidup sang penulis amatir.Seperti buku harian yang terbuka,maka maaf bila ada kata yang tidak berkenan hal itu karena sesuai dengan mood sang penulis yang naik turun saat menuangkan pikirannya.jadi ambil yang baik,buang yang buruknya.oke *Just for Fun and Reminder for Me* *Please enjoy for all of you my beloved reader's :)* *Thankkis ^3^ * -Renee -

Rabu, 26 Agustus 2026

Bab 9 — Rumah Tangga Itu Ternyata Begini

Tiga hari setelah pulang honeymoon, Nara akhirnya menyadari satu hal.

Kehidupan rumah tangga tidak sesantai yang ia bayangkan.

Pagi-pagi sudah ada cucian.

Dapur harus dibereskan.

Belanja kebutuhan rumah.

Belum lagi pekerjaan masing-masing.

Dan yang paling menyebalkan—

Raka ternyata punya kebiasaan meninggalkan gelas di mana-mana.

“Nara.”

“Hm?”

“Lu lihat gelas gue?”

Nara menatap meja.

“Ada tiga.”

“Yang mana?”

“Yang lu cari.”

Raka melihat ketiga gelas itu.

“Oh.”

Nara menghela napas.

“Kenapa bisa ada tiga?”

“Gue lupa.”

“Lu minum tiga?”

“Kayaknya.”

Nara memijat pelipis.

“Mulai sekarang satu orang satu gelas.”

“Siap.”

“Dan setelah dipakai?”

“Dicuci.”

“Bagus.”

Raka tersenyum.

“Galak.”

“Biar rumah kita nggak kayak kapal pecah.”

---

Siangnya, mereka pergi belanja.

Nara mendorong troli.

Raka berjalan di sampingnya.

“Beli apa aja?”

“Banyak.”

“Contohnya?”

Nara mulai menghitung.

“Beras, telur, sayur, buah, sabun, deterjen…”

Raka mengambil sebungkus camilan.

“Ini?”

“Bukan kebutuhan.”

“Penting.”

“Enggak.”

“Penting buat gue.”

Nara memasukkannya kembali ke rak.

“Tidak.”

Raka memasukkan lagi.

Nara mengambil.

Raka memasukkan lagi.

Nara menatapnya.

“Lu umur berapa?”

“Lima tahun.”

Nara akhirnya tertawa.

“Ya udah ambil.”

Raka tersenyum puas.

“Gitu dong.”

---

Malamnya mereka memasak bersama.

Awalnya berjalan baik.

Sampai Raka salah memotong sayuran.

“Rak.”

“Hm?”

“Itu terlalu besar.”

“Biar gampang.”

“Matangnya nggak rata.”

“Kan bisa dipotong lagi.”

Nara menghela napas.

“Bukan begitu.”

Raka menatapnya.

“Lu mau gue potong ulang?”

“Iya.”

Raka mengambil pisau.

Beberapa menit kemudian—

“Nah.”

Nara melihat hasilnya.

“Masih gede.”

Raka menatapnya.

“Lu mau masak sendiri?”

Nara terdiam.

“Enggak.”

“Ya udah.”

Mereka saling tatap.

Kemudian tertawa.

Ternyata memasak bersama tidak selalu romantis.

Kadang justru jadi ajang debat.

Tapi Nara menyukai itu.

Karena mereka bisa tertawa setelahnya.

---

Malam itu, setelah semua pekerjaan selesai, mereka duduk di sofa.

Nara menyandarkan kepala di bahu Raka.

“Rak.”

“Hm?”

“Gue baru sadar.”

“Apa?”

“Menikah ternyata bukan kayak honeymoon.”

“Jelas.”

“Lebih capek.”

Raka tertawa.

“Tapi?”

Nara tersenyum.

“Tapi gue suka.”

Raka menggenggam tangannya.

“Kenapa?”

“Karena sekarang gue punya partner.”

“Partner?”

“Iya.”

“Bukan suami?”

“Dua-duanya.”

Raka tersenyum.

“Gue juga suka.”

Nara menatapnya.

“Walaupun gue bawel?”

“Banget.”

“Walaupun gue keras kepala?”

“Banget.”

“Walaupun gue suka nyuruh?”

“Paling banget.”

Nara mencubit lengannya.

“Terus kenapa masih mau?”

Raka menatapnya beberapa detik.

“Karena rumah bukan tempat yang selalu tenang.”

Nara terdiam.

“Rumah adalah tempat di mana lu tetap mau tinggal meskipun penghuninya kadang bikin pusing.”

Nara tersenyum.

“Gombal.”

“Bukan.”

“Terus?”

“Gue serius.”

Nara memeluknya.

“Ya udah.”

Raka membalas pelukannya.

“Ya udah.”

Malam itu mereka tidak melakukan apa-apa yang istimewa.

Tidak pergi.

Tidak makan di restoran.

Tidak menonton film.

Mereka hanya duduk bersama.

Namun bagi Nara, justru momen seperti itu yang membuatnya yakin.

Honeymoon memang sudah selesai.

Tapi kehidupan bersama Raka ternyata jauh lebih menarik.

Karena sekarang, mereka bukan cuma punya cerita indah untuk dikenang.

Mereka punya kehidupan yang harus dijalani—

bersama.

Tidak ada komentar:

translate into your language

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

LOVE THIS QUOTE

never blame anyone in your life!. Good people give you HAPPINESS,Bad people give you EXPERIENCES,Worst people give you a LESSON and Best people give you MEMORIES.