Read This !

Blog ini dibuat untuk mengingat kenangan atau kejadian yang terjadi dalam hidup sang penulis amatir.Seperti buku harian yang terbuka,maka maaf bila ada kata yang tidak berkenan hal itu karena sesuai dengan mood sang penulis yang naik turun saat menuangkan pikirannya.jadi ambil yang baik,buang yang buruknya.oke *Just for Fun and Reminder for Me* *Please enjoy for all of you my beloved reader's :)* *Thankkis ^3^ * -Renee -

Selasa, 25 Agustus 2026

Bab 4 — Malam Kedua Honeymoon

Malam kedua terasa berbeda.

Bukan karena tempatnya.

Bukan karena pemandangan dari balkon.

Tapi karena Nara sudah tidak lagi merasa canggung ketika hanya berdua dengan Raka.

Setelah makan malam, mereka kembali ke kamar sambil tertawa.

Nara melepas sandal lalu duduk di ujung kasur.

“Gue kenyang banget.”

Raka menutup pintu.

“Makanya jangan nambah tiga kali.”

“Enak.”

“Terus sekarang ngeluh.”

“Bukan ngeluh.”

Nara merebahkan diri.

“Gue bahagia.”

Raka tersenyum.

“Bagus.”

Ia duduk di samping Nara.

Beberapa saat mereka hanya saling memandang.

Nara kemudian tersenyum kecil.

“Kenapa lihat gue begitu?”

“Karena gue suka.”

“Suka apa?”

“Lihat lu santai.”

Nara terdiam.

Raka meraih tangannya.

“Dulu lu selalu kelihatan kayak lagi mikirin seribu hal.”

“Sekarang juga.”

“Sekarang bedanya…”

Raka mengusap punggung tangannya.

“Lu nggak sendirian.”

Nara menatapnya lama.

Kemudian perlahan mendekat.

“Rak.”

“Hm?”

“Cium gue.”

Raka tersenyum.

“Yakin?”

Nara mengangguk.

Raka mendekat.

Ciuman mereka kali ini tidak terburu-buru.

Nara memejamkan mata dan membiarkan dirinya menikmati kedekatan itu.

Ketika Raka berhenti sebentar, dahi mereka masih saling menempel.

“Masih gugup?”

“Sedikit.”

“Takut?”

Nara menggeleng.

“Enggak.”

Ia tersenyum.

“Sekarang malah nyaman.”

Raka memeluknya.

Nara membalas pelukan itu.

Malam semakin larut.

Mereka berbicara tentang hal-hal kecil yang tidak pernah sempat dibicarakan sebelumnya.

Tentang rumah impian.

Tentang perjalanan berikutnya.

Tentang makanan yang ingin mereka coba.

Tentang bagaimana kehidupan mereka setelah honeymoon.

Sesekali percakapan berhenti karena salah satu dari mereka tersenyum terlalu lama.

Sesekali ada ciuman singkat.

Dan semakin malam, semakin dekat pula mereka.

Namun tidak ada yang terburu-buru.

Mereka menikmati setiap detiknya.

Ketika akhirnya lampu kamar diredupkan, Nara menggenggam tangan Raka.

“Jangan tinggalin gue.”

Raka langsung menggenggamnya lebih erat.

“Enggak akan.”

“Janji?”

“Janji.”

Nara tersenyum.

“Good.”

Raka tertawa pelan.

Kemudian ia mencium kening Nara.

Malam itu berlalu dalam keheningan yang hangat, diiringi pelukan dan rasa nyaman yang semakin dalam.

Dan ketika pagi nanti datang, mereka akan bangun sebagai pasangan yang sedikit lebih mengenal satu sama lain daripada sebelumnya.

Karena ternyata honeymoon bukan cuma soal menjadi lebih dekat secara fisik.

Tapi juga tentang menemukan bahwa orang yang selama ini mereka cintai bisa menjadi tempat paling nyaman untuk pulang.

Tidak ada komentar:

translate into your language

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

LOVE THIS QUOTE

never blame anyone in your life!. Good people give you HAPPINESS,Bad people give you EXPERIENCES,Worst people give you a LESSON and Best people give you MEMORIES.

I Heart Your Blog :)