Satu persatu teman sebaya pergi meninggalkan gue untuk melangkah ke step selanjutnya yaitu pernikahan.
Entah untuk berapa lama lagi gue bisa bersabar dan bertahan dalam ketidaksempurnaan hidup ini. Karena kata orang, nikah adalah menyempurnakan kehidupan. Apalagi kemarin-kemarin gue sempet bimbang dan galau karena satu-satunya harapan tinggalah kenangan alias dia sudah bersanding dengan wanita lain. Sangat amat tidak pantas rasanya kalau gue harus mengharapkan orang yang sekarang sudah menjadi milik orang lain. Karena gue tidak mau dan tidak akan merusak hubungan orang lain. Insya Allah!.
Gue bukan lagi galau karena malam minggu. Gue hanya berpikir saja. Mengapa saat ini gue masih betah sendiri?. Padahal yang lain pun sudah memiliki jodohnya masing-masing?. Apakah mungkin jodoh gue orang asing?. Ataukah jodoh gue mungkin sudah direbut orang lain?. Hahaha. Terkadang imajinasi dan pikiran liar itu muncul begitu saja.
Tapi gue sadar, selama ini yang membuat sulit bertemu jodoh ya gue sendiri. Di depan lelaki gue selalu jaim, alias diam saja seribu bahasa. Ya alasannya simpel, gue gak bisa SKSD dan gue malu kalau harus say hello duluan takutnya dibilang cewek gampangan. Kalau dicomblangin gue selalu nolak,alasannya juga simpel. Takut mengecewakan temen yang udah nyomblangin karena takutnya gak cocok sama lelaki tersebut. Tapi kalau suruh nyari sendiri juga sampe detik ini gak dapet-dapet karena gue bukan tipe wanita yang agresif dan suka mendekati lelaki duluan. Apalagi mau ngomong pun sulit. Bahkan bertatapan langsung aja gak berani. Makanya gue detik ini fix masih sendiri!. Karena kesalahan gue sendiri. Maybe~~
Bukan gak mau berusaha. Gue terlalu percaya, kalau memang sudah saatnya toh jodoh juga akan datang dengan sendirinya. Tapi, gue juga manusia. Kadang ragu sama kepercayaan diri tersebut. Gue merasa apakah itu benar adanya?. Gue gak mau takabur dalam berasumsi sama pikiran gue sendiri. Gue tetep yakin. Walaupun sabar itu sulit, apalagi saat gue tertimpa masalah berat sendirian. Gue kadang butuh sandaran selain keluarga dan sahabat. Karena gue ingin bersandar pada laki-laki yang bisa di andalkan dan bisa bertanggung jawab atas apa yang akan terjadi pada kehidupan kita berdua walaupun sampe sekarang gue berpikir,mungkin dia belum datang karena gue pun belum bisa jadi wanita yang di andalkan dan jadi idaman buat si dia.
Gue masih banyak kekurangan. Belum jadi wanita seutuhnya lah. Apalagi kerjaan gue belum jelas juntrungannya, keluarga gue masih kesulitan ekonomi, ya alhamdulilah gue bisa bantu sedikit walaupun gue masih galau sampe detik ini apakah gue harus bertahan di tempat yang bikin gue gak nyaman atau sebaliknya, gue cabut aja?. I dunno~~
Gue memang gak ngoyo soal apapun. Di tambah orangtua juga gak pernah maksa gue buat nikah buru-buru. Mungkin karena keadaan keuangan yang kurang memungkinkan. Gue juga nyadar diri sih, gue juga gak punya apapun untuk dibagi sama pasangan. Cuma cinta doang emang bisa beli kebahagiaan?. Awalnya mungkin bahagia,tapi manusia harus realistis. Tetap saja yang bisa membeli kebahagiaan adalah uang. Walaupun gue sendiri berprinsip gak mau terlalu di budakin sama uang. Nyari uang emang perlu,tapi gak usah terlalu maksain diri kalau emang sulit buat dijalanin apalagi sampai yang namanya berbuat sesuatu hal yang kurang pantas hanya karena materi. Materi sejujurnya pelengkap kehidupan doang. Tapi tanpa itu juga hidup bakalan tambah sulit dan rumit. Kaya hidup gue sekarang ini.
Gak nyangka aja, diumur segini gue harus ngalamin hidup seperti ini. Dimana gue sulit bernafas karena himpitan ekonomi yang memaksa gue untuk menjalani hal yang tidak gue inginkan. Gue pun sulit bertemu jodoh yang entah berada dimana yang kata orang jodoh adalah cerminan diri kita sendiri. Gue sering bertanya apakah gue sempurna?. Jawabannya tidak!. Apakah gue memiliki segalanya?. Itupun sudah jelas tidak!. Tapi gue cuma punya hati yang siap kau singgahi. Ceilahhhh syedapppp!. Hahahaha.
Gue cuma punya hati. Tapi hati aja gak cukup untuk bisa ketemu sama cerminan diri kita. Entah teka-teki kehidupan gue nampaknya semakin kesini semakin rumit. Karena gue sendiri pun gak tahu alur apalagi yang akan terjadi pada kehidupan gue beberapa tahun mendatang. Akankah sang waktu memberikan jawabanNya?.
Ya semoga, impian gue satu persatu bisa terwujud,walaupun mungkin untuk menggapai hal itu gue terkesan lamban karena orang-orang sudah bergerak maju dengan cepat sedangkan kehidupan dan hidup gue bergerak kearah sebaliknya yaitu berjalan kearah yang kurang memuaskan untuk gue pribadi. Ya semoga dibalik musibah selalu ada hikmah. Dan pasti ada hikmah walaupun gue kadang sulit menerima kenyataan pahit ini. Tapi gue percaya hidup gak akan selamanya berada di bawah. Pasti Allah akan mengabulkan doa-doa yang setiap hari kita panjatkan. Cuma mungkin waktunya saja yang berbeda dari yang kita inginkan.
Gue kebanyakan galau ye?.
Ya begitulah. Disaat orang lain bahagia dengan hidupnya gue cuma bisa meratapi nasib. Nasib yang sebenernya ingin gue rubah,cuma gue bingung harus memulai dari mana biar gak salah langkah lagi.
Makanya untuk urusan jodoh,gue gak mau buru-buru. Karena hal yang paling gue takutkan adalah penyesalan dan kekecewaan. Takut gue nyesel milih dia,takut kecewa karena dia. Karena sesungguhnya jodoh sejati adalah jodoh yang sudah Allah pilihkan dan takdirkan untuk kita yang baik atau buruknya harus di terima dengan lapang dada. Nah, mungkin kelapang dadaan itu yang masih harus gue pelajari sampe detik ini. Karena ikhlas itu sulit, gak semudah yang di ucap di bibir saja!.
Intinya sabar, semua akan ada jalannya masing-masing jika Allah sudah berkehendak. Amin!.
Doa gue yang terbaik untuk kita semua. Tetep sabar dan tawakal ~~
Entah untuk berapa lama lagi gue bisa bersabar dan bertahan dalam ketidaksempurnaan hidup ini. Karena kata orang, nikah adalah menyempurnakan kehidupan. Apalagi kemarin-kemarin gue sempet bimbang dan galau karena satu-satunya harapan tinggalah kenangan alias dia sudah bersanding dengan wanita lain. Sangat amat tidak pantas rasanya kalau gue harus mengharapkan orang yang sekarang sudah menjadi milik orang lain. Karena gue tidak mau dan tidak akan merusak hubungan orang lain. Insya Allah!.
Gue bukan lagi galau karena malam minggu. Gue hanya berpikir saja. Mengapa saat ini gue masih betah sendiri?. Padahal yang lain pun sudah memiliki jodohnya masing-masing?. Apakah mungkin jodoh gue orang asing?. Ataukah jodoh gue mungkin sudah direbut orang lain?. Hahaha. Terkadang imajinasi dan pikiran liar itu muncul begitu saja.
Tapi gue sadar, selama ini yang membuat sulit bertemu jodoh ya gue sendiri. Di depan lelaki gue selalu jaim, alias diam saja seribu bahasa. Ya alasannya simpel, gue gak bisa SKSD dan gue malu kalau harus say hello duluan takutnya dibilang cewek gampangan. Kalau dicomblangin gue selalu nolak,alasannya juga simpel. Takut mengecewakan temen yang udah nyomblangin karena takutnya gak cocok sama lelaki tersebut. Tapi kalau suruh nyari sendiri juga sampe detik ini gak dapet-dapet karena gue bukan tipe wanita yang agresif dan suka mendekati lelaki duluan. Apalagi mau ngomong pun sulit. Bahkan bertatapan langsung aja gak berani. Makanya gue detik ini fix masih sendiri!. Karena kesalahan gue sendiri. Maybe~~
Bukan gak mau berusaha. Gue terlalu percaya, kalau memang sudah saatnya toh jodoh juga akan datang dengan sendirinya. Tapi, gue juga manusia. Kadang ragu sama kepercayaan diri tersebut. Gue merasa apakah itu benar adanya?. Gue gak mau takabur dalam berasumsi sama pikiran gue sendiri. Gue tetep yakin. Walaupun sabar itu sulit, apalagi saat gue tertimpa masalah berat sendirian. Gue kadang butuh sandaran selain keluarga dan sahabat. Karena gue ingin bersandar pada laki-laki yang bisa di andalkan dan bisa bertanggung jawab atas apa yang akan terjadi pada kehidupan kita berdua walaupun sampe sekarang gue berpikir,mungkin dia belum datang karena gue pun belum bisa jadi wanita yang di andalkan dan jadi idaman buat si dia.
Gue masih banyak kekurangan. Belum jadi wanita seutuhnya lah. Apalagi kerjaan gue belum jelas juntrungannya, keluarga gue masih kesulitan ekonomi, ya alhamdulilah gue bisa bantu sedikit walaupun gue masih galau sampe detik ini apakah gue harus bertahan di tempat yang bikin gue gak nyaman atau sebaliknya, gue cabut aja?. I dunno~~
Gue memang gak ngoyo soal apapun. Di tambah orangtua juga gak pernah maksa gue buat nikah buru-buru. Mungkin karena keadaan keuangan yang kurang memungkinkan. Gue juga nyadar diri sih, gue juga gak punya apapun untuk dibagi sama pasangan. Cuma cinta doang emang bisa beli kebahagiaan?. Awalnya mungkin bahagia,tapi manusia harus realistis. Tetap saja yang bisa membeli kebahagiaan adalah uang. Walaupun gue sendiri berprinsip gak mau terlalu di budakin sama uang. Nyari uang emang perlu,tapi gak usah terlalu maksain diri kalau emang sulit buat dijalanin apalagi sampai yang namanya berbuat sesuatu hal yang kurang pantas hanya karena materi. Materi sejujurnya pelengkap kehidupan doang. Tapi tanpa itu juga hidup bakalan tambah sulit dan rumit. Kaya hidup gue sekarang ini.
Gak nyangka aja, diumur segini gue harus ngalamin hidup seperti ini. Dimana gue sulit bernafas karena himpitan ekonomi yang memaksa gue untuk menjalani hal yang tidak gue inginkan. Gue pun sulit bertemu jodoh yang entah berada dimana yang kata orang jodoh adalah cerminan diri kita sendiri. Gue sering bertanya apakah gue sempurna?. Jawabannya tidak!. Apakah gue memiliki segalanya?. Itupun sudah jelas tidak!. Tapi gue cuma punya hati yang siap kau singgahi. Ceilahhhh syedapppp!. Hahahaha.
Gue cuma punya hati. Tapi hati aja gak cukup untuk bisa ketemu sama cerminan diri kita. Entah teka-teki kehidupan gue nampaknya semakin kesini semakin rumit. Karena gue sendiri pun gak tahu alur apalagi yang akan terjadi pada kehidupan gue beberapa tahun mendatang. Akankah sang waktu memberikan jawabanNya?.
Ya semoga, impian gue satu persatu bisa terwujud,walaupun mungkin untuk menggapai hal itu gue terkesan lamban karena orang-orang sudah bergerak maju dengan cepat sedangkan kehidupan dan hidup gue bergerak kearah sebaliknya yaitu berjalan kearah yang kurang memuaskan untuk gue pribadi. Ya semoga dibalik musibah selalu ada hikmah. Dan pasti ada hikmah walaupun gue kadang sulit menerima kenyataan pahit ini. Tapi gue percaya hidup gak akan selamanya berada di bawah. Pasti Allah akan mengabulkan doa-doa yang setiap hari kita panjatkan. Cuma mungkin waktunya saja yang berbeda dari yang kita inginkan.
Gue kebanyakan galau ye?.
Ya begitulah. Disaat orang lain bahagia dengan hidupnya gue cuma bisa meratapi nasib. Nasib yang sebenernya ingin gue rubah,cuma gue bingung harus memulai dari mana biar gak salah langkah lagi.
Makanya untuk urusan jodoh,gue gak mau buru-buru. Karena hal yang paling gue takutkan adalah penyesalan dan kekecewaan. Takut gue nyesel milih dia,takut kecewa karena dia. Karena sesungguhnya jodoh sejati adalah jodoh yang sudah Allah pilihkan dan takdirkan untuk kita yang baik atau buruknya harus di terima dengan lapang dada. Nah, mungkin kelapang dadaan itu yang masih harus gue pelajari sampe detik ini. Karena ikhlas itu sulit, gak semudah yang di ucap di bibir saja!.
Intinya sabar, semua akan ada jalannya masing-masing jika Allah sudah berkehendak. Amin!.
Doa gue yang terbaik untuk kita semua. Tetep sabar dan tawakal ~~
posted from Bloggeroid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar